HAJI FURODA

SEKARANG NAIK HAJI GAK PERLU ANTRI

Ibadah Haji hanya diwajibkan bagi semua muslim yang mampu. Baik muslim laki-laki maupun muslim perempuan, jika semuanya sudah siap (lahir batin maupun finansial) maka kewajiban haji harus segera dilaksanakan. Ibadah Haji bukan sekedar ritual ubudiyah belaka. Didalamnya terkandung makna yang luar biasa, andai kita mampu memahaminya. Banyak pelajaran yang bisa kita terima dari segala bentuk rukun ritual haji dari prosesi ihram, thawaf, sa’i, lempar jumroh, wukuf, dst.

Makna Mendalam Ritual Haji

Misalnya dalam prosesi Ihram, mengapa semua jamaah harus memakai kain putih saja? Apakah tidak lebih bagus dengan pakaian yang rapi nan indah juga mahal? Hal ini memiliki makna yang mendalam bahwa, semua manusia di mata Tuhannya sama. Baik yang kaya maupun miskin, bangsawan maupun rakyat jelata, direktur maupun pegawai, tiada yang berbeda. Dengan memakai kain putih, maka manusia telah menanggalkan semua atribut dunia dengan harapan ia terlahir kembali suci seperti sedia kala, datang kepada Rabbnya dengan melepaskan semua sifat-sifat tercela seperti kesombongan, keserakahan, bermegahan, dsb.

‘Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat hanyalah milik-Mu, juga semua kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu.’

Begitupun saat proses thawaf, kita berbaur bersama lautan manusia dari berbagai suku, berjalan mengitari kabah melawan arah jarum jam seraya mengagungkan Asma Allah. Ritual ini menggambarkan seolah-olah hanyalah Allah tempat tujuan kita. Setiap aktivitas yang kita lakukan setiap hari dari pagi hingga pagi lagi, agenda yang rutin kita lakukan esensi / tujuannya hanya kembali pada Allah semata.
Ritual Sa’i meneladani perjuangan Siti Hajar, dimana ia berjuang dalam susah payah, panas terik bersi keras mencari air untuk minuman Ismail juga dirinya yang berjuang untuk bertahan hidup dari sulitnya keadaan pada saat itu. Dari bukit shafa lalu ke marwah, kembali lagi dan lagi hanya berbekal harapan kepada Allah SWT. Hal ini memberikan teladan bagi kita, bahwasannya untuk hidup kita harus terus berjuang dalam meraih sesuatu dan selalu optimis dengan penuh harapan bahwa Allah pasti akan memberikan solusi.
Begitulah, semua prosesi haji memiliki makna yang mendalam. Tak heran jikalau banyak jamaah yang merasa terharu setelah melaksanakan serangkaian ritual Ibadah Haji. Suasana batin tersebut tentunya sangat diinginkan oleh setiap muslim yang taat. Oleh karena itu, mereka tak sabar untuk bisa datang ke tanah suci segera dengan usaha semaksimalnya.

Antrian Berangkat Haji

Naik Haji melalui kuota Nasional harus mau menunggu dalam waktu yang sangat lama. Bisa mencapai 29 tahun untuk haji reguler, sedangkan untuk haji plus harus menunggu paling lama 8 tahun. Akan tetapi, ada kabar baik bagi Anda yang tidak ingin menunggu dalam antrian yang lama.

Iya, benar sekali! Program Haji Non Kuota bisa mewujudkan mimpi kita untuk naik haji tanpa antri. Anda mungkin masih trauma dengan kabar buruk mengenai haji non kuota beberapa waktu lalu dimana ada puluhan calon jamaah gagal berangkat. Anda tak perlu berkecil hati! Program Haji Non Kuota tidak semuanya ilegal. Namun, untuk menjelaskannya, terlebih dahulu kita harus membahas pengertian Haji Non Kuota.

Sesuai namanya, Haji Non Kuota merupakan program Haji diluar Kuota Nasional. Artinya, calon jamaah haji yang berhaji dengan program Haji Non Kuota tidak mengambil jatah Kuota Haji Pemerintah RI. Lalu, kuota siapa yang dipakai?

Setiap negara di dunia telah diberikan jatah kuota haji masing-masing oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Jumlah kuota itu ditetapkan berdasarkan perkiraan daya tampung lokasi-lokasi yang dijadikan ritual haji. Semua jamaah Haji yang masuk ke tanah suci telah terhitung dalam kuota haji tersebut. Mereka masuk menggunakan visa khusus haji yang telah disediakan pemerintah Kerajaan juga sesuai jumlah kuota yang ada. Maka dari itu, calon jamaah haji non kuota juga harusnya masuk dalam hitungan kuota itu.
Biang Masalah Haji Non Kuota Beberapa Tahun Lalu

Polemik mengenai calon haji non kuota gagal berangkat beberapa waktu lalu, telah jelas biang masalahnya yakni, penggunaan Visa yang bukan visa haji. Biro travel tempat mereka mendaftar memakai Visa Ziarah untuk berhaji. Ini artinya, mereka akan masuk ke tanah suci diluar kuota haji yang telah ditetapkan. Maka sah saja dikatakan jika mereka datang secara ilegal. Lalu, sebenarnya kuota siapa yang bisa kita pakai untuk haji non kuota?
Perlu kita ketahui, bahwasannya selain menetapkan kuota haji untuk negara — negara di dunia, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga menetapkan kuota haji untuk negaranya sendiri. Kabar baiknya, kuota haji tersebut bisa digunakan untuk seluruh calon jamaah haji di dunia. Bahkan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mendukungnya dengan menyediakan visa khusus bagi mereka dengan sebutan Visa Undangan (Visa Furoda). Dari sini sudah jelas, bahwasannya program Haji Non Kuota yang resmi dan terdaftar hanyalah Haji Non Kuota Visa Furoda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Haji Furoda.

Pelaksanaan Haji Furoda berada pada pengawasan dan tanggung jawab Pemerintah Kerajaan Arab Saudi secara langsung. Oleh karena itu, segala proses dari awal pendaftaran hingga pelaksanaan dan kepulangan calon jamaah berada pada pengawasan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Akan tetapi, saat pendaftaran di negara asal, calon haji akan dibantu oleh biro travel-biro travel khusus Haji Furoda bersertifikat.

Jika Anda tertarik untuk menjadi bagian dari calon jamaah Haji Furoda, Anda bisa hubungi biro travel-biro travel tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai proses pendaftaran Haji Furoda.

 

Perwakilan Cikarang PT. MARCO TOUR & TRAVEL menyediakan paket Haji Furoda.
Ruko Plaza Simpruk, Blok A3/17, Kota Jababeka Cikarang, Bekasi

Menerifa Pendaftaran Haji Furoda : HOTLINE : 081219876470